Selasa, 01 Mei 2012
Curhat dikit :) (Padahal curhatannya banyak)
ini benar-benar terjadi di malam ulang tahunku ! :')
Ulang tahunku yang
ke-17, tuhan akhirnya aku sudah dewasa, aku sudah mencapai usia maksimal dimasa
kanak-kanakku. Hari ini begitu special tuhan :), aku bahagia
akhirnya hari ini datang, hari yang begitu menyenangkan sekaligus menyedihkan. Tuhan
terimakasih, terimakasih atas semuanya, nikmat ini, perasaan ini, orang-orang
ini, dan semua yang dapat kurasakan hari ini. Aku bahagia bahkan sangat bahagia
tuhan, aku bahagia karena masih ada yang peduli, ingat bahkan mau mendoakanku
di hari indahku ini, tapi tuhan maafkan aku, bukan aku tak bersyukur atau tak
menghargai nikmatmu, tapi aku juga kecewa dan sedih tuhan, entah mengapa rasa ini semakin sakit dan membuatku semakin kecewa. Ini hari yang
indah, begitu penting dan istimewa bagiku, tapi mengapa di hari yang kuharap
bisa menjadi hari paling indah ini, aku malah harus menutupnya dengan air mata,
mengecewakan memang. dan yang lebih menyakitkan lagi orang yang telah membuatku
menangis adalah orang yang benar-benar aku harapkan. Aku tak berharap lebih
tapi mengapa dia sama sekali tak memikirkan perasaanku tuhan?
Aneh, kau bahkan tak
ada. Awalnya aku sangat bahagia karena kau ingat hari ulang tahunku, tapi
kenapa? Dan pada akhirnya Kau menghilang di hari pentingku ini? Kau tak ada
bahkan hanya untuk menjadi tempatku berbagi. :’(
Aku tahu mungkin itu
tak terlalu penting bagimu tapi percaya atau tidak sikapmu sungguh-sungguh
berhasil menghancurkan hari istimewaku ini. Kau tahu sebagai seseorang yang
begitu aku harapkan kau malah berhasil menutupnya dengan kekecewaan dan air
mata. Bodoh! Aku bodoh karena telah mengharapkanmu, berharap kau ada sedangkan
aku selalu tahu kau itu tak pernah benar-benar ada untukku.
Dihari ulang tahunmu,
seminggu sebelum kau berulang tahun aku bahkan sudah memepersiapkan segalanya,
mempersiapkan segala sesuatu yang bisa kulakukan untuk mengukir senyum indah di
hari pentingmu. Adakah usaha itu kau lakukan untukku?
Aku kecewa di hari itu
juga, tepat 10 menit sebelum hari besarmu datang, 14 Januari 2012 tepat pukul
23:50 aku bahkan tak tidur agar aku bisa menjadi orang pertama yang mengucapkan
Happy Birthday padamu. Tapi nomormu tak aktif bahkan sampai pagi sama seperti
mala mini, nomormu selalu tak aktif dan membuatku terlelap dengan tangisan.
Namun sudahlah kucoba hapus air mata itu ku hapus rasa kecewa dan amarahku,
semua kulakukan agar harimu tak menjadi buruk dan menyebalkan. Aku menyisihkan
sebagian besar uang makanku untuk membelikanmu kado, membuatkanmu kue. Aku
bahkan pulang kemalaman hanya untuk mencari lilin kecil berbemtuk angkan SATU
dan TUJUH !! tahu betapa lelahnya aku? Di saat menjelang malam, kuhabiskan
waktuku untuk membuat kuemu. Menghiasnya dengan tanganku sendiri, menyimpannya
dengan begitu bangga. Lampu padam saat itu, jadi kugunakan senter sebagai
penerangku saat itu, kau bahkan tak tahu. Di 20 menit terakhir, kugunakan waktu
itu untuk membungkus kado yang susah payah kudapat. Aku berusaha menyempatkan
diri untuk memilih sendiri sepatu untukmu, aku pulang dan meminta bantuan
kepada semua orang, ayahku, ibuku, kakakku bahkan semua teman-teman di kamarku.
Tapi mengapa? Semua usahaku itu bahkan tak ada apa-apanya, aku tak berharap kau
bisa melakukan semua itu untkku, aku hanya ingin kau ada di sepanjang hari
bahagiaku itu. Seperti aku yang selalu menemanimu disepanjang hari bahagiamu.
Kau tahu 17 tahun tak akan dating untuk kedua kalinya, tapi taka pa dari sini
aku sadar bahwa mengharapkan sesuatu darimu itu memanglah selalu menyakitkan
dan mengecewakan. :’)
Sakit rasanya, namun
apa yang bisa aku lakukan selain menangis. Aku takut kau mengatakanku tak tahu
diri tak tahu terimakasih, dan tak bisa mengerti. Sungguh aku mengerti dan
bahkan sangat mengerti dengan keadaanmu saat ini, tapi ayolah aku hanya meminta
waktumu. Dan itupun tak bisa kau luangkan untukku. Semua orang hari ini
meluangkan waktunya untukku, untuk bernyanyi dan berbagi kebahagiaan denganku.
Teman sekamarku, Nada, Nika dan Caca mereka menyiapkan kejutan kecil di tengah
malam untukku, tiga potong brownis yang manis dan menyenangkan dari mereka
berhasil membuatku tersenyum, terimakasih teman :’)
Pak fachrudin, ia
bahkan merelakan 2 jam pelajarannya untukku, hanya untuk mengajak semua
anak-anak SC6G untuk menyanyi dan berdoa untukku.
SC6G, mereka bernyanyi
dan menyelamatiku sepanjang hari. Ayah ibu dan keluargaku di rumah mereka sudah
menyiapkan kejutan kecil untukku J sebuah tumpeng
buatan ayahku berhasil membuatku tertawa, nenek, bibi, bahkan tetanggakupun
hadir hari ini, berbagi tumpeng, berbagi kebahagiaan denganku. :)
Tuhan terimakasih masih
menyediakan orang-orang yang menyayangiku dan menganggap diriku special,
terimakasih untuk segalanya tuhan. Hari ini aku tutup dengan senyuman, walau
senyum itu harus ku ukir di dalam tangisku. Aku bahagia dan akan selalu bahagia
untukorang-orang yang menghargai kebahagiaanku. Aku akan selalu tersenyum untuk
kalian, untuk kalian yang menyayangiku :)
Yang terakhir dan
sangat special terimakasih untuk kedua saudariku tersayang, Yuk Intan Sukma
Utami dan Resta Sulastri, terimakasih karena selalu ingat dan selalu ada di
hari bahagiaku :)
Tepat pukul 11:57 hari
bahagiaku tersisa 3 menit lagi, akankah ada keajaiban? Hahaha inilah
keajaibannya, hatiku lega, Tuhan selalu ada untuk mendengarkan ceritaku, aku
sangat menyayangimu lebih dari apapun tuhan :* aku tak lagi kecewa, aku bisa
tersenyum sekarang, terimakasih tuhan. Kau telah menyedarkanku, semoga aku akan
lebih bahagia lagi nantinya, semoga semua citaku dapat kuwujudkan dengan baik
dan penuh tanggung jawab. Semoga semua keinginan orang tuaku dapat kukabulkan,
semoga aku dapat menjadi seseorang yang lebih baik lagi, bukan hanya untukku
sendiri tapi juga untuk semua orang yang ada di sekelilingku. MOVE ON DITA SAYANG (Yey) :D
Gelumbang, tepat 12:00
di tanggal 01 Mei 2012 J





0 komentar:
Posting Komentar